Eshter Suka menulis dan membahas artikel yang berhubungan dengan finansial dan perbankan untuk menambah wawasan dimasa yang akan datang

Jenis Reksadana BCA dan Keuntungan Terlengkap

3 min read

Reksadana BCA

Cukup banyak orang yang bertanya-tanya mengenai keberadaan Reksadana BCA. Sebab instrumen yang satu ini hadir dengan modal kecil sebagai pilihan awal, sehingga menjadikannya sangat sesuai untuk investor pemula yang ingin terlibat dalam dunia investasi bukan ? 

Agar pembaca lebih memahami mengenai apa itu investasi Reksadana BCA, jenis produk yang tersedia, keuntungan, dan berbagai hal penting lain tentangnya, simak uraian dibawah ini.

Reksadana BCA

Reksadana BCA

Di antara berbagai instrumen investasi BCA yang dapat dipilih oleh masyarakat seperti Saham BCA, Deposito BCA, Reksadana BCA, Obligasi BCA, reksadana menjadi salah satu yang paling menarik.

Secara umum, reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari pemilik modal yang diinvestasikan pada portofolio efek dan dikelola manajer investasi. 

Sementara Reksadana bank BCA sendiri adalah produk investasi reksadana dari bank BCA melalui pengelolaan Manajer Investasi. Lantas apa itu yang dimaksud dengan manajer investasi?

Manajer investasi adalah pihak yang melakukan pengelolaan portofolio efek yang diinvestasikan. Jadi dalam hal ini, bank BCA bertindak sebagai agen penjual efek reksadana. 

Agen penjual reksadana merupakan pihak yang menjual efek reksadana berlandaskan kontrak kerjasama dengan manajer investasi pengelola.

Jadi, dalam hal ini investor bisa mendapatkan penjelasan tentang produk, cara pembelian dan penjualan, serta pengalihan reksadana melalui BCA.

Cara investasi Reksadana BCA juga terbilang mudah. Sebab hanya dalam genggaman tangan saja, kalian sudah dapat menanamkan modal dengan mudah. 

Jika kalian penasaran dengan tahapan lengkapnya, kunjungi artikel tentang Cara investasi Reksadana BCA. Nantinya juga terdapat pembahasan lain terkait informasi lainnya.

Jenis Reksadana BCA

Sebagai salah satu lembaga perbankan terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan luas, BCA juga telah menawarkan beberapa jenis Reksadana BCA yang bisa kalian pilih. Berikut diantaranya : 

Reksadana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang menginvestasikan dananya pada instrumen pasar uang dalam negeri dan atau surat utang jangka pendek.

Reksadana Pasar Uang cocok untuk kalian yang ingin berinvestasi jangka pendek kurang dari 1 tahun. Reksadana ini juga cocok untuk profil risiko yang konservatif. 

Reksadana Terproteksi

Reksadana terproteksi adalah jenis reksadana dengan prosedur terproteksi 100% pada nilai investasi awal jika investasi dipertahankan sampai jatuh tempo. 

Reksadana ini cocok untuk investor yang memiliki profil risiko konservatif dengan jangka waktu menengah sekitar 1-3 tahun. 

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang diinvestasikan setidaknya 80% dari Nilai Aktiva Bersih pada bentuk efek yang bersifat utang.

Reksadana ini cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif dengan jangka waktu 1 hingga 3 tahun. Tertarik untuk mencoba ? 

Reksadana Campuran

Jenis reksadana yang selanjutnya adalah Reksadana campuran yang dananya ditempatkan di saham, obligasi, dan pasar uang.

Tenor waktu investasi yang disarankan adalah 3-5 tahun. Profil risikonya juga cukup tinggi, namun tetap dengan imbal hasil yang sebanding.

Reksadana Saham

Jenis reksadana bank BCA yang terakhir adalah reksadana saham yang dananya ditempatkan pada pasar saham minimal 80% dari NAB.

Tenor waktu yang disarankan adalah lebih dari 5 tahun dengan profil risiko tinggi beserta imbal hasil tinggi. Reksadana ini cocok bagi investor agresif.

Keuntungan Reksadana BCA

Reksadana BCA

Buat kalian yang sedang menimbang-nimbang untuk menginvestasikan uang pada reksadana BCA, harus tahu terlebih dahulu mengenai kelebihan instrumen ini jika dibandingkan instrumen yang lain.

Berikut sejumlah keuntungan yang kami maksud : 

Pengelolaan yang Profesional

Keuntungan yang pertama dari reksadana bank BCA ini adalah dikelolanya investasi oleh Manajer Investasi. Jadi, kalian tidak perlu kuatir tentang siapa yang mengelola dana investasi milikmu.

Diversifikasi Investasi

Manajer investasi akan melakukan diversifikasi portofolio investasi yang berguna untuk memperkecil risiko investasi yang dapat terjadi kapanpun.

Transparansi

Transparansi adalah salah satu aspek yang sangat penting bagi investor. Dengan begitu, kalian bisa mengetahui komposisi aset beserta instrumen portofolio investasi.

Dana Awal Investasi Terjangkau

Untuk setoran awal dalam berinvestasi reksadana bisa dikatakan tergolong kecil jika dibandingkan dengan berinvestasi langsung di pasar modal. 

Bukan Objek Pajak

Keuntungan yang terakhir dari berinvestasi reksadana adalah hasil penjualan kembali dan keuntungan dari hasil investasi reksa dana bukan merupakan objek pajak.

Risiko Reksadana BCA

Reksadana BCA

Dalam melakukan investasi, menggunakan instrumen investasi apapun pasti tetap ada risiko yang perlu dihadapi investor. Pun demikian dengan reksadana bank BCA.

Berikut adalah beberapa resiko dari Reksadana bank BCA : 

1. Risiko Nilai Unit Peserta Berkurang

Resiko yang pertama ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti perubahan pada kondisi pasar, Wanprestasi dari perusahaan penerbit efek hingga terjadinya force majeure pada penerbit.

2. Risiko Perubahan Kondisi Politik & Ekonomi Negara

Risiko reksadana ini bisa terjadi karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, peraturan setempat, dan perilaku bisnis dalam sektor bisnis tertentu. 

3. Risiko Likuiditas

Saat menjalani investasi reksadana, maka seluruh modal reksadana akan dikelola oleh Manajer Investasi. Investor berhak untuk melakukan penjualan kembali terhadap produk reksadananya. 

Tapi jika banyak investor yang melakukan penjualan dalam waktu bersamaan, maka ada kemungkinan bahwa pengelola tidak bisa memenuhi kewajibannya untuk melakukan likuidasi terhadap produk.

4. Risiko Nilai Tukar

Setiap mata uang tentunya memiliki nilai tukarnya masing-masing yang mengikuti kondisi perekonomian negara dan dunia. Ada kalanya nilai tukar tiap mata tidak stabil. 

Nilai tukar yang tidak stabil ini dapat mempengaruhi modal reksadana bank BCA yang ditanamkan sehingga akan menimbulkan adanya risiko nilai tukar.

5. Risiko Ketentuan Pajak dan Provisi

Risiko yang terakhir ini dapat terjadi saat ada perubahan pada ketentuan hukum maupun kebijakan pemerintah, terlebih di bidang ekonomi makro yang berkaitan dengan efek.

Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan terkait Reksadana BCA beserta keunggulan dan resikonya. Semoga apetb bermanfaat dan membantu.

Eshter Suka menulis dan membahas artikel yang berhubungan dengan finansial dan perbankan untuk menambah wawasan dimasa yang akan datang